facebook twitter youtube yahoomail
shadow_menu
bgContentTop
back

Senin 16 Januari 2012 17:54:59
Perintah Berbusana MuslimTerdapat nash-nash Al-Quran yang menyuruh umat Islam supaya memakai pakaian, diantaranya Firman Allah S.W.T: ” Wahai anak Adam, pakailah pakaian kamu yang indah setiap kali memasuki masjid dan makanlah dan minumlah serta jangan kamu melampaui batas karena Dia ( Allah ) tidak suka orang-orang yang melampaubatas.” ( al-A’raaf: 31 ) Di dalam ayat ini, Allah S.W.T. menyuruh manusia supaya memakai pakaian ketika memasuki masjid untuk beribadat sama saja untuk mendirikan sholat atau tawaf. Ini karena orang-orang musyrikin melakukan tawaf dalam keadaan bertelanjang. Sedangkan perintah berjilbab bagi wanita  tertera dalam Alquran surat Al Ahzab :59) Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mu’min : “hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya keseluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dahulu wanita muslimah pada permulaan islam datang, mempunyai kebiasaan -kebiasaan jahiliah dengan memakai pakaian kerja harian yang berupa kerudung, yaitu penutup kepala yang dijuraikan kepunggung sehingga leher dan kedua telinganya tidak tertutup, maka nampaklah perhiasan-perhiasan yang dipakainya yang itu semua tidak berbeda dengan wanita-wanita kala itu, baik mereka yang merdeka ataupun budak. Dan kebiasaan para pemudanya ataupun orang-orang yang jelek perangainya suka iseng dan mengganggu para budak, wanita apabila mereka keluar malam, dalam rangka menyelesaikan pekerjaan di sawah atau di perkebunan kurma. Maka apabila wanita merdeka lewat di hadapan mereka, mereka ganggu dengan alasan wanita-wanita tadi budak. Dengan entengnya mereka menjawab: ”kami kira mereka adalah budak”. Lalu diperintahkanlah kepada wanita muslimah untuk membedakan pakaian dengan pakaian harian budak wanita (pakaian jahiliah). Yaitu dengan berpakaian rida’ dan lihaf  (pakaian yang menutupi seluruh tubuh layaknya selimut) juga penutup kepala dan wajah agar tampak terhormat dan disegani, hingga tidak ada yang mengganggu mereka. Dengan begitu mereka akan mudah dikenali dan tidak dijadikan bahan iseng dan godaan. Mengenai keseriusan dalam ketaatan wanita-wanita muslimah untuk memakai jilbab pada permulaan islam, telah diceritakan ‘Aisyah dalam haditsnya : “Dari ‘Aisyah dia berkata: “SemogaAllah merohmati kaum wanita Anshor, semoga Allah merhmati kaum wanita Anshor, tatkala turun ayat (( Wahai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu , anak-anakmu dan istri-istri kaum mu’minin………)) mereka merobek kain penutup jendela lalu mereka gunakan untuk menutupi aurot mereka kemudian mereka sholat di belakang Rasulillah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam seakan  -akan di atas kepala meraka terdapat burung gagak.” Dalam riwayat lain disebutkan : ”mereka mengambil kain sarung mereka lalu merobeknya hingga mempunyai dua tepi, kemudian menjadikannya sebagai kerudung. (HR Bukhori)
bgContentBottom
  • CS 1
  • CS 2
  • Billing 1
  • Billing 2
  • Order
  • Blouse & Gamis
  • Celana & Rok
  • Perlengkapan Umroh
  • Muslim Anak
  • Muslim Anak
 
rightBgTop
close